Tuesday, February 13, 2018

Senja di Ujung Maya



Hari itu minggu sore.
Aku dan sepupuku jalan-jalan di sekitaran sawah dekat pemukiman penduduk.
Bukan naik motor atau sepeda.
Aku sedang ingin jalan kaki saja.
Aku lupa sedang di daerah mana saat itu.
Hanya ada nama jalan, jalan kamboja. Agak sedikit jauh dari rumah.

Hari belum terlalu sore.
Kami menyusuri setiap gang dan jalanan di sekitaran rumah penduduk.
Lalu masuk sebentar ke area persawahan.
Demi untuk melampiaskan kebiasaan yg menjadi hobi,  foto-foto.

Karna lelah berjalan perut yang sedari pagi belum terisi itu memintaku berhenti pada sebuah rumah yang juga sekaligus menjadi warung makan prasmanan.
Kau bisa dengan bebas mengambil lauk apa saja asal di bayar.
Kebetulan sekali perutku harus di manjakan disana.

Saat Aku memasuki warung tsb.
Aku melihat Laki-laki yang sudah tak asing di mataku. Aku sudah mengenalnya sangat lama namun tak pernah ku temui langsung dalam nyata.
Hari itu Aku bertemu dengannya.
Kita beda provinsi tapi kenapa bisa bertemu di tempat ini.
Aku juga tak tau sedang di daerah mana sekarang.

Ada rasa malu bercampur bahagia.
Aku sampai salah tingkah hingga tak sengaja menabrak etalase tempat di tatanya lauk pauk. Memalukan sekali.

Dengan rasa yang sedikit canggung. Karna rasa penasaran Aku mencoba menghampiri melihatnya dari dekat, ternyata benar dia.
Aku menepuk pundaknya yang saat itu membelakangiku.

"Hei..  Kamu disini juga?

Tak ada jawaban darinya, hanya sedikit senyum dengan mimik kebingungan dan rasa canggung yang di tutup tutupi.  Sangat terlihat dari cara dia menatapku.
Kenapa Dia bersikap seperti itu?
Aku disini, harusnya kamu suka melihatku ada disini.

Tadinya Aku berniat makan di warung,  tapi ku urungkan, nasinya ku minta di bungkus dan di bawa pulang saja.

Aku kembali melihat ke arahnya.
Aku tau dia sedang diam-diam mencuri pandang ke arahku.
Rasanya aneh, kenapa harus kaku terhadapku?
Tapi, siapa perempuan berhijab yang sedang berdiri bersamanya, dekat sekali?

Aku keluar dari warung lalu pamit pergi.
Aku melihat perempuan tadi sedang memperbaiki rambutnya dengan mesra. Sedangkan Dia hanya pasrah memandangiku dengan rasa bersalah di wajahnya.
Aneh sekali, Laki-laki yg sudah sangat ku kenali kenapa harus asing saat sudah bertemu begini.
Apa karena ada perempuan itu?
Tadi sepertinya dia ingin mencegahku pergi.

Aku pulang dengan perasaan kosong yang masih bingung oleh sikap seseorang yang ku temui di warung tadi.
Bukankah seharusnya dia bahagia bisa bertemu denganku, kenapa bisa bersikap biasa saja. Konyol!

Ah sudahlah.

Ponselku berbunyi 3x, ternyata dari Dia.
Laki-laki yang ku temui di warung tadi.
Kau tau, isinya ungkapan penyesalan.
Menyesal atas sikap linglungnya yang tak bisa berbuat banyak hal di depanku.

Dia bilang senang bisa melihatku langsung.
Dia juga bilang,  Aku mirip dengan seseorang di masa lalu nya.
Cindy Harmitha.
Aku tau itu siapa. Dia pernah bercerita.
Dia ingin bertemu lagi.

Baru saja aku ingin membalasnya.
Mantanku tiba-tiba datang menghampiri dan merampas ponselku.
Membaca semua pesan lalu menangis di depanku. Ada apa ini?
Kenapa harus ada tangisan, Aku tak bisa melihat seseorang menangis.
Aku pasti akan ikut menangis juga.
Aku terlalu peka melihat airmata.

Dia pernah berarti, pernah jadi yang terpenting tapi pengkhianatan mengubah segala rasa cinta menjadi benci.
Aku terlalu bodoh jika bertanya kenapa Dia menangis.
Aku tau rasanya pasti sakit.
Aku tidak dendam, Hanya saja Aku sedang menjauhi semua hal yg pernah mengacaukan hari-hariku.

Aku tak ingin mengulang lelah.

Mantanku menyerah berusaha pergi,  tapi pagar rumahku tak bisa di buka.
Seperti di kunci tanpa bisa menemukan kuncinya agar bisa keluar darisana.

Senja pun datang dengan bayangnya yang sendu.


***





Suara adzan subuh terdengar merdu.
Aku tersadar, ini hanya mimpi :)



Read More

Wednesday, January 31, 2018

Ajari Aku Melawan Rindu

Pixabay




Hei.. Apa kabar kotamu hari ini?

Semoga baik.

Sore ini kotaku kembali di guyur hujan. Hujannya deras. Sangat deras hingga kaca di jendela kamarku berembun dengan hebatnya. Sudah seminggu berturut-turut kota kecilku di guyur hujan lebat. Rasanya Aku tak ingin beranjak dari selimutku, dingin sekali.

Bunga-bunga pasti sedang riang sekarang.

Di luar sana, di depan rumahku ada banyak beberapa anak kecil berlarian menikmati dinginnya hujan sebelum senja.
Mereka berlarian kesana kemari dengan riangnya tanpa memperdulikan suara petir yang sedikit menakutkanku.

Bila ku hitung jumlahnya  ada lima anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang salah satunya menari-nari dengan bajunya yang merah menyala, matanya berkedip-kedip menahan air hujan yang jatuh mengenai matanya, lucu sekali. Usianya lima tahun, diam-diam aku khawatir dia akan sakit.  Semoga hujannya baik.

Waktu kecil Aku juga sama dengan mereka sama-sama suka membuat Ibu di rumah tidak tenang. Tidak tenang karna takut  besok anaknya  akan sakit  akibat mandi hujan dengan keringat yang masih menempel di baju selepas bermain-main.

Aku jadi kangen Ibuku.. semoga Ibu bisa selalu sehat. Oh ya Kabar Ibumu disana bagaimana? Ku doakan segala kebaikan untuknya ya J

Hari hampir gelap.

Hari ini Aku juga melihat orang dewasa lalu lalang dengan payung yang di pegang 
erat-erat .  Ada yang memakai  jas hujan kebesaran dengan langkah kaki yang di buat tergesa-gesa. Itu lucu! 
Juga ada laki-laki dan perempuan berpakaian seragam SMA berjalan bergandengan dengan mesranya di tengah guyuran hujan. 
Hei.. itu bukan romantis. Sama sekali tidak. Lebih romantis bila pemuda itu memayungkan jaketnya di kepala si gadis itu bukan? 
ha..ha..ha.. ini hanya khayalanku tidak semua pria di dunia ini akan peka seperti yang Aku khayalkan. Bagaimana denganmu? sudah, sudah lupakan ini. Aku hanya berkhayal.

Yang merusak suasanaku saat hujan turun adalah saat segala macam ocehan tetangga sebelah rumahku terdengar melengking di telingaku, Dia sedang marah pada hujan karena gagal menghadiri undangan pernikahan kerabatnya yang jauh setelah lelah berdandan seharian. Aku tau Dia sedang kecewa dan Aku paham betul rasanya gimana.Dia adalah tetanggaku yang paling cerewet sekaligus galak. Iya… galak, saat Aku mencoba menyapanya walaupun sedang tidak tulus, senyumku tidak di hiraukan.Menyebalkan sekali. Aku suka trauma melihat wajahnya yang seperti sedang ingin memakanku. Tapi di sisi lain, setelah ku amati walau sedikit punya sikap yang tidak ku sukai. Dia adalah sosok Ibu yang sayang keluarga. Rasanya Aku terlalu bodoh menilai sesuatu hanya dari sisi buruknya saja.

Aku merasa kurang kerjaan, selalu suka mengamati  apapun yang terlihat di jalanan dan peristiwa peristiwa lainnya yang berkaitan dengan hujan, sekalipun itu di malam hari.

Kadang setelah hujan reda Aku suka berkeliling sebentar hanya untuk melewati jalanan yang beraroma dedaunan basah itu.
Menurutku itu lebih menenangkan dari aromatherapy manapun. Aku bisa dengan mudah melupakan semua masalah-masalahku. Kau harus coba ini.

Semilir angin senja berhembus lembut menerpa wajah mungilku.
Rasanya aneh, saat diam-diam Aku mulai berkhayal suatu saat kamu bisa ada disini, berjalan beriringan bersamaku menghirup setiap aroma pepohonan yang Aku suka, agar kau juga suka, dan harus kubuat kau untuk suka juga! Ini sedikit memaksamu bukan? biar saja. Aku yakin kau akan menyukainya.

Aku selalu khawatir ini akan berlebihan. Kau tahu tidak, Aku berusaha menulis ini dengan sesederhana mungkin, sebisaku. Seperti perasaan yang sedang Ku usahakan untuk biasa-biasa saja agar tetap dalam kadar sewajarnya. Aku tak ingin berharap apapun. 
Agar tak ada yang kecewa.

Kau pernah bilang ini ada peran Tuhan yang juga sedang mengusik pikiranku lewat kalimat-kalimatmu yang selalu kurasa aneh karna tidak bisa kucerna dengan biasa saja.

Saat itu Kau bilang kau sedang rindu.
Kau juga bilang itu tanggung jawabmu, itu urusanmu biar kau saja yang rasa, 
walau  akulah penyebab rindumu itu.

Kenapa cepat sekali rasakan rindu? Aku ingin tahu alasan rindumu itu.
kau tahu tidak, rindumu itu menular..  jangan egois.

Diam-diam, Aku tak ingin menghilangkanmu dari pikiranku.

Harus ku akui sekarang. Aku sudah mulai terusik rindu.

Dan biar saja rindu, ini urusanku!






Untuk kamu, semoga bisa mencerna setiap kalimat yang Aku tuliskan disini.







Read More

Tuesday, January 30, 2018

Suatu Saat Lonceng Kematianmu Akan Berbunyi



Kahaba


Di dunia ini sulit memprediksi sesuatu yang kebenarannya bisa di anggap akan benar-benar terjadi kecuali kematian. Dimana kematian itu sudah sangat pasti akan menghampiri setiap mahluk yang bernyawa, tidak ada yang bisa bersembunyi ataupun menghindar dari maut, sejauh apapun usahanya.

Seperti kejadian yang menimpa siswi di kota Bima kemarin siang, yang meninggal karna tertimpa pohon tumbang di sekitaran arah jalan gunung dua Raba, tepatnya di depan Barata. Sudah dua hari ini angin kencang di sertai hujan deras melanda kota Bima.

Siswi itu bernama Anis, Dia mengalami luka di bagian tubuhnya dan di larikan ke rumah sakit umum kota Bima, namun karna luka serius siswi jurusan bahasa tersebut pun menghembuskan nafas terakhirnya pada sore hari. Luka serius di bagian perut dan patah di bagian paha membuat gadis yang baru merayakan usia 17 tahun itu meregang nyawa dengan cara yang tak biasa lewat alam yang marah dan catatan takdir yang mau tidak mau harus dia lalui.

Saat itu di siang hari, Anis pulang sekolah bersama dengan temannya Artika devi. Saat berboncengan dan berbelok arah di jalur taman Ria  saat itulah pohon maut tsb tumbang dan menimpa kedua gadis tersebut, namun hanya Anis yang nyawanya tak bisa tertolong lagi. Bisa di bayangkan sakit yang di rasa, berusaha menahan beban berat pohon yang dengan bisunya menghimpit ruh yang diam-diam akan meninggalkan jasadnya.

Betapa maut, rejeki, dan jodoh itu adalah hal gaib yang tidak ada yang bisa memprediksi kejadian kapan dimana dan bagaimana proses perjalanan kita menuju maut.
Banyak sebagian orang yang menganggap maut adalah hal yang mengerikan, berusaha menghindarinya dengan melakukan usaha apapun sekalipun meninggalkan perintah agama agar menjauh sejauh mungkin dari kematian. Tipe-tipe orang seperti ini sangat lah jauh dari Tuhan, semoga Allah menjaga kita dari golongan kaum munafik.

Sekeras apapun usahamu melarikan diri, sekuat apapun engkau membangun rumah baja dengan pelindung dari besi, sebanyak apapun ilmu dan kepintaranmu, tetap saja maut pasti akan menghampiri, sulit mengelak jika ayat dari Al-quran sudah berbicara.


Surah An-Nisa Ayat 78 :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

***



Untuk apa harta yang banyak bila akan ditinggalkan jua?

Untuk apa berlebihan mencinta bila kembalimu dengan Tuhanmu jua?

Engkau tidak berhak atas dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya semua merasakan jenuh, merindu dengan hebatnya

pertemuan dengan Allah SWT.


Jangan takut, jangan khawatirkan dirimu. Siapkan bekal untuk akhirat nanti karna Allah menjanjikan surga untuk jiwa-jiwa yang taat kepadanya.








Read More

Thursday, January 25, 2018

Rindu Yang Tak Pernah Terurai

Rindu Yang Tak Pernah Terurai
Sumber pic cari sendiri di pixabay, ini sudah melalui proses edit semau sendiri

Tak terasa matahari mulai kembali, namun berat rasanya mata ini untuk terbuka. Harum tanah setelah hujan reda rasanya memang beda, dingin yang menyelimuti pagi ini membuat diriku seakan membeku dalam tidurku.

Namun tidak dengan hati ini, masih merasakan sedikit rindu tak menentu. Pikiranpun masih melayang tanpa arah, namun sekilas terbesit wajah dan namamu.

Entahlah, dua minggu ini pikiranku terperangkap oleh bayang wajahmu. Kadang tak sengaja namamu terlontar dari ujung lidah ini.

Kubangunkan tubuhku, sembari menarik nafas dan memejamkan mata. lagi-lagi wajahmu menghiasi pikiranku.

Berapa kali aku mencoba untuk menghindar mencari hal lain untuk sekedar mengecoh pikiran ini. Tapi tetap saja hati selalu menolaknya, menolak untuk menghapusmu dari kepala ini.

Aku tak pernah mengerti apa yang sedang terjadi dengan kepala ini, apa mungkin fungsi pikiranku mulai rusak?.

Tidak ada jeda rasanya dirimu hadir dalam bayang semu. Kita belum pernah bertemu sebelumnya, yang kutau hanya namamu. Tapi entah mengapa ada rasa rindu itu hadir dengan sendirinya.

Jemari seakan tak ingin berhenti mengetikan namamu dan mencari tahu tentang dirimu.

Tak begitu banyak yang dapat aku ketahui tentang dirimu, ah... rasanya lelah jari mengetikan namamu. Namun lagi lagi hati tak ingin berhenti merindukan sosok yang tak tau dimana.

Biarkan hati ini merana oleh jarak dan waktu, agar saat kami bertemu nanti hati ini sulit ingin berpisah

***

Tak terasa matahari mulai menyingsing kembali, aku yang  masih terpaku menatap layar monitor. Tak ada yang bisa aku perbuat dan kembali dalam sendiri yang berselimut dinginnya malam, di temanai rasa rindu yang tak pernah terurai.

Kau hadir dengan samar dalam fikiranku, membentuk pola pola rindu yang sulit kuartikan.

Lagi-lagi aku tak pernah mengerti, rindu ini hanya tertuju pada sosok yang sama. Sosok yang hanya bisa aku sentuh dalam barisan doa.

Aku berharap dengan doa, rindu ini tersampaikan kepada nama yang sama, wajah yang sama, yang selalu menghiasi kepala beberapa minggu ini.

Bergerak dalam alunan doa ditengah tenangnya malam, dengan terang terangan aku memintamu


***

Rindu ini tak begitu beralasan, aku sendiri tak pernah mengerti mengapa rindu ini hadir.

Sulit memang menerjemahkan sebuah rindu, sebuah keinginan untuk bertemu. Mungkin hanya itulah obat agar nampu meredamnya.

Namun biarlah rindu ini menjadi tanggung jawabku, kau tetap fokus saja dengan penantianmu.

Hari ini aku hanya mampu melampiaskan rinduku melalui barisan doa, bukan aku menyerah untuk tidak mencarimu atau menemuimu.

Rindu ini biarlah menjadi urusanku, meskipun kaulah penyebabnya

Ada saatnya kita dipertemukan suatu saat nanti, mungkin bukan hari ini, tapi aku yakin disaat itu kita sudah saling siap untuk bertemu.

Aku tidak akan memaksakan diri untuk kita bertemu, biaralah waktu yang memberikan kejutan sendiri.

Rindu ini mungkin tidak akan terurai dalam sebuah pertemuan hari ini, namun aku sederhanakan dalam setiap barisan doa untuk pertemuan hari esok.

Apa kau merasakan setiap kali namamu aku sebut dalam doa ku, aku berharap iya.
Read More

Saturday, January 20, 2018

Hujan Januari



Rainy Pixabay

Inuyasha's Lullaby





Apa kabar kotamu hari ini?
Semoga baik,
Disini cerah, padahal Aku inginkan hujan
Egois yah?
Biar, biar saja egois yang penting Aku yang ingin
Aku yang rindu…

Kau tahu rindu tidak?
Rindu itu berat ga bisa macam-macam
Iya… Aku juga bingung gimana caranya agar dia macam-macam
Tapi tetap saja Aku rindu
Aku ingin rindu
Kenapa?
Nanti Aku bisikin…

**
Lihat langit itu sekarang
Mendung, gelap, kelabu
Jangan khawatir, habis ini akan ada hujan
Kalau hujan baru boleh rindu

**
Aku suka hujan tanpa alasan
Aku suka hujan karna bisa macam-macam dengan pikiranku
Aku suka hujan dengan campuran rindunya
Pokoknya Aku suka suka suka
Kamu suka ga?

**
Hujan lebih hebat dari Guru kimiaku
Lebih hebat juga dari Akang pujangga baru lulus
Karena hujan Aku jadi suka rindu

Kau tahu, Kemarin hujan datang lagi
hujan kedua di  januari
Aku ingin terus hujan


Biar rindu, biar kau tahu rinduku...





Pixabay






Hanya dengan menghitung hujan Aku mengenangmu
Hanya dengan menghitung hujan Aku menyapamu dari jauh
Tetesannya sebanyak apa yang bisa ku curahkan kepadamu

Aku tak mau bicara banyak
Kalau ada yang berani bertanya seberapa banyaknya rasa rinduku
Akan ku suruh Dia menghitung tetesan air hujan 


❤❤❤








Read More

Wednesday, January 17, 2018

Review - Yuk Jalan-Jalan ke blog Ngayap.com








Selamat pagi rabu kelabu
sudah beresin kelambu? 
Hei Idris hasibuan yang sedang dalam lamunan 
Apa kabar Ay hari ini ?

(Ay, inspired by Ngayap.com)
***


Selamat pagi, kali ini saya akan mereview sebuah blog yang di dalamnya membahas berbagai macam problematika kehidupan percintaan, nah yang kadang suka gak percaya masalah takdir dan harapan kecil lainnya coba deh berkunjung kesini, disana kamu akan disuguhkan kalimat-kalimat indah, saat kamu membaca tulisannya kamu akan ikut berdoa untuk dirimu sendiri, paling tidak itulah yang saya rasakan ketika membaca semua tulisannya.
Selain kisah percintaan disini juga membahas berbagai tempat wisata beberapa daerah di Indonesia.

Kunjungan pertama saya waktu itu kalau ga salah ada di postingannya yang ini :
9 Destinasi Ini yang Membuatmu Pantas Liburan ke Demak, Kotanya Para Wali Songo

Ada yang unik dari blog ini, untuk menu travelingnya penulis selalu memposting tempat-tempat wisatanya dengan 9 destinasi.






Selain berisi tentang wisata dan Relationship, blog ini ada beberapa menu lainnya seperti :

- News
- Sahabat Bloger
- Cerpen

Menu cerpen ini uniknya bukan seperti kebanyakan cerpen lainnya tapi lebih terkesan seperti tulisan yang di tujukan untuk orang lain.





Bicara tentang postingan mana sih yang jadi favorit saya, tentu ada kalian bisa baca tulisannya disini :

Postingan yang bikin saya baper


Calon istriku,,, kelak, saat kita sudah menikah, dan engkau ingin bermanja, maka akulah tempat merajuk dan berkeluh kesah untukmu. Saat engkau lelah, akulah tempat istirahat yang harus engkau cari. Aku senantiasa berharap, dengan pernikahan, akan semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam menggapai ridha Allah Robbul Izzaty.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…
Rindu dari jauh
Calon suamimu
Ini kalimat favorit saya di postingan tsb dan sangat sukses bikin hati jadi rindu ingin bertemu segera dengan calon imamnya lalu menikah dengan sengsara, eh.. bahagia maksudnya.  :)

Makin penasaran ga sama blognya?

Tapi...
Sebelum kalian berkunjung ke blognya, ada baiknya kenalan dulu nih sama pemiliknya.
Bocorannya sih Doi ini masih single. (Promosi)

Pria pemilik golongan darah AB tersebut saat ini berdomisili di Jakarta dan bekerja sebagai Accounting dan Tax Supervisor.
Dari profesinya saja sudah pasti sangat sibuk, penulis sepertinya mahir membagi waktu.
Sukses deh ya..
Saya suka panggil sebutannya dengan Mas Id, lengkapnya Idris Hasibuan.
Profilnya bisa ngintip disini : Goggle+
Jangan cuma ngintip usahakan di follow juga.

Sudah segitu dulu kepoin ownernya, kalau ingin tahu lebih jelas sering-sering kunjungin blognya ya.

Untuk bisa jalan-jalan ke blognya kamu bisa klik disini : ngayap.com




Read More

Thursday, January 11, 2018

Azil dan Azal si kembar berwajah tampan yang mengidap Autisme

Hai, hai,, selamat hari kamis kamu yang manis-manis termaksud aku!
sama-sama manis ga boleh protes, yess?!! hehe.

Memiliki wajah yang menarik di pandang mata merupakan anugrah dari yang maha kuasa, tapi terlepas dari itu semua kita di ciptakan dengan kelebihan dan kekurangan
masing-masing.

Ada yang tampan tapi pelit. dududu..
Ada yang cantik tapi attitudenya kurang bagus.
Ada yang punya wajah yang biasa saja tapi banyak prestasi.
Ada yang wajahnya ugly banget (maaf) tapi luar biasa bisa sukses
karna percaya diri yang sangat tinggi.

Semua mahluk di ciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing masing,
begitu juga yang di alami Azal dan Azil.
Keduanya kembar dan berasal dari malaysia, mereka anak muda yang punya paras yang oke menurut saya, mereka ini laki-laki dan ganteng-ganteng semua.
Namun sangat di sayangkan keduanya mengidap sindrom Autisme. 
Sebenarnya sih autisme itu bukan penyakit, karna penyakit akan menular tapi autisme tidak, Autisme itu semacam gangguan pada otak manusia yang menyebabkan otak tidak berfungsi selayaknya otak normal lainnya, ini lebih mirip sindrom yang akan kambuh secara tiba-tiba.
Autisme ini harus di deteksi sedini mungkin di usia 6 bulan kelahiran, deteksi dan terapi sedini mungkin akan membantu si pengidap untuk bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan maupun orang di sekitarnya.


Kalau ingin tahu lebih dalam lagi tentang Autisme ini,
berikut 5 gejala umum ciri-ciri Autisme :

- Anti kontak fisik
Sebagian besar penderita autisme tidak suka di sentuh apalagi di peluk, namun tidak semuanya ada sebagian kecil dari mereka yang suka di peluk oleh orang-orang yang dekat dengannya.

- Gangguan Bicara
40% dari anak-anak yang mengidap Autisme tidak dapat berbicara, 25% dapat mengucapkan beberapa kata saja hingga usia 12-18 bulan setelahnya anak tsb akan kehilangan kemampuan berbicara, dan sisanya baru dapat berbicara setelah usia dewasa dengan intonasi datar dan bersifat informal.

- Suka Hal yang di ulang-ulang
Tindakan yang berulang ini biasa di sebut stimulating activities (Stimming) menjadi sesuatu obsesi tersendiri bagi si penderita.

- Tidak suka berisik dan cahaya terang serta aroma yang mengganggu
Diyakini bahwa yang membuat mereka terganggu adalah perubahan secara tiba-tiba karna tidak adanya persiapan sebelumnya, usahakan untuk memberitahukan kepada mereka terlebih dahulu agar mereka bisa terhindar dari stres.

- Susah berempati
Mereka sangat sulit untk peka terhadap perasaan orang lain, juga sulit mengenal orang serta bahasa tubuh dari orang yang mereka temui.


Lanjut pembahasan tentang Azal dan Azil,
Azal dan Azil adalah anak dari seorang artis cantik di malaysia, punya usaha rumahan juga,
namanya Zarina Zainuddin salah satu Ibu di seluruh dunia yang sangat saya kagumi setelah mengintip sedikit kehidupannya, beliau ini istri kedua dari pernikahannya dengan Datuk Seri Dr. Abdul Raihan Wan Jaafar pada tahun 1994, dari pernikahan inilah lahir 4 orang anak dengan jenis kelamin semuanya laki-laki, yaitu Azil, Azal, Naim dan si bungsu Adam.





Awalnya saya tahu informasi tentang keluarga ini dari facebook, waktu itu ada postingan tentang anak pengidap autisme yang sedang sangat susah di atur saat di bawa ke sebuah restoran,
saya penasaran ingin tahu lebih jauh lagi tentang separah apa sih Autisme ini
Saat itu bukan postingan bunda Zarina tapi postingan seorang Bapak yang juga mengalami hal yang sama dengan bunda Zarina, Bapak ini memuji si Bunda yang menurutnya sudah sangat lebih hebat darinya karna mampu mendidik anak autisme dengan baik.
Well dari situ saya tertarik, penasaran pingin tahu kehidupan seorang Ibu dalam mengasuh anaknya yang mengidap autisme itu gimana sih.
Saya stalking lah intagramnya si bunda Zarina, alamatnya tadi sudah tertera juga disana,
dan ada banyak postingan foto dan video yang buat saya betah lama-lama di akunnya. 
Mengasuh anak autisme semua tahu itu sama sekali ga mudah, namun bunda Zarina berbeda.
Dia Ibu yang banyak cinta di hatinya.

Kehidupan keluarga ini menginspirasi semua orang, saya sampai tak mau ketinggalan kabar terbarunya.

Yang menarik dari seorang Azal, si kembar yang dermawan.
Meski mengidap autisme, dia sangat pandai membawa diri, suka ikut Ibunya syuting dan sangat tidak betah lama-lama di dalam rumah, rajin sholat subuh dan lima waktu, juga rajin bangun pagi, dia juga rajin menyapu halaman, dia juga anak laki-laki yang penurut.
Berikut curhatan dari bunda Zarina, saya kutip dari blog lainnya tentang si Azal :

Kalau di set penggambaran, Azal akan menunaikan solat apabila tiba waktunya, tidak perlu disuruh-suruh. Skrip lakonan saya, dialah yang menandanya. Bangun pagi-pagi, dia pasti mengetuk pintu kamar tidur saya lantas berteriak, “Ibu, ibu, shooting ibu pukul berapa? Ibu sudah solatkah? Mana skrip ibu? Apa lagi barang yang ibu nak bawa ke tempat shooting?” 


Kesan saya saat melihat Azal pertama kagum, lalu Iri juga, kenapa iri, karna saya yang normal saja jujur masih suka malas bangun pagi buat nyubuh, masih suka bolong-bolong sholatnya juga, masih suka galau ga jelas karna ga pernah mau bersyukur atas semua yang sudah Allah kasih ke saya.
Ada yang bikin saya terharu, dengar-dengar si Azal ini punya harapan kalau suatu saat bisa menikah dan punya beby perempuan. Yuk kita bantu aamiinkan.. :)



 




AZAL




Dan untuk Azil, dia sama sekali tidak bisa melakukan seperti kebanyakan yang Azal lakukan, Azal masih bisa berbaur dengan orang normal, masih bisa sholat dll, Azil hanya bisa melakukan kegiatan kecil seperti menyapu halaman, belanja ke market di bantu adik dan Ibunya dan juga mencuci mobil milik Ibunya, itu saja.
Meski berkekurangan, dia sosok yang sayang adik-adiknya.



ABANG AZIL











Yang unik dari si Azil ini, dia sangat menyukai surat kabar atau sebutannya koran harian.
Dia selalu rutin minta di antarkan ke toko hanya untuk membeli surat kabar, dan jika telat sedikit saja ngamuk bebas menangis tiada henti, suka menyakiti dirinya sendiri, itu salah satu komunikasi mereka agar bisa di perhatikan, dan itu sulit di kontrol.
Karena suka ngamuk dan menyakiti dirinya sendiri ada semacam obat yang harus Ia konsumsi setiap kali mengamuk. namun perlahan obat itu sudah tidak di konsumsi lagi karena bunda yang tak mau anaknya merasakan ngantuk yang sangat luar biasa hingga terasa seperti lumpuh semuanya, walaupun tidak mudah baginya mengurus Azil yang suatu waktu dapat kambuh dan mengamuk kembali, itu berat tapi lebih berat melihat anaknya meminum obat yang melumpuhkan semua sistem di tubuhnya, luar biasa kasih sayang dari seorang bunda Zarina.

Dan karena perhatian yang berlebihan dari bunda kepada si kembar tsb, kedua adiknya terutama Adam pernah protes juga kenapa semua postingan instagram hanya berisi tentang si kedua Abangnya saja, yang namanya bungsu pasti ingin perhatian lebih dari abang-abangnya.
Ha..ha ada-ada saja si Adam.

Ya udah segini saja dulu, kerjaan manggil melulu  Saya ga bisa nulis banyak,
kunjungin blog ini langsung kalau ingin tahu lengkapnya gimana :
Pengalaman Menyayat Hati Zarina Zainuddin Mengasuh Anak Kembar Autistik Buka Mata Rakyat Malaysia
Disana ada percakapan dengan bunda Zarina, lengkap banget.
atau bisa stalking langsung instagramnya si Bunda Zarina disini : @zarinazainuddin_
Buat bunda Zarina, semangat terus demi anak-anak ya Bunda..


Tau ga, habis stalking Bunda Zarina saya jadi suka perhatiin adik saya yang bungsu yang pernah saya bahas juga masalah dia yang introvert akut begitu, takut kalau-kalau dia juga mengidap autisme,
semalam dia lagi main hp gitu terus tiba-tiba saja ngomong jerman karna memang dia sudah hafal sekali, habis itu teriak sambil gerakin tangannya kayak pesawat gitu,
terus saya nanya kamu kenapa? gak kenapa--kenapa katanya..
oh.. masih bisa di jawab, berarti masih aman, dia cuma introvert doang dan bukan Autisme.



Read More

Wednesday, January 10, 2018

Tanda Tanya


Aku benci pagi
Apalagi senin sampai kamis
Mencoba melawannya dengan lampu kamar yang tetap padam 
Biar bisa nipu pikiran kalau itu belum pagi
Masih malam, masih mimpi. 

Kenapa?
Aku malas berangkat kerja
Aku benci kantorku
Setiap minggu malam adalah monday blues
Rasanya seperti berangkat ke penjara
Lucu memang
Ya..ya..ya. itu berlebihan
tapi serius aku tak bercanda, Aku bosan.

Bosan ketemu atasan,
Bosan ketemu rekan kerja,
Bosan dengan tugas kantor,
Bosan dengan jam makan siangnya,
Bosan dengan setiap sudut ruangannya,
Juga bosan dengan mas pertamini di samping kantor yang ku temui hampir setiap hari.

Aku muak, Aku jenuh, Aku sekarat!

Hey, bisa tolong aku?
Tolong bawa aku pergi
Bawa Aku pergi dari sini, dari ruangan ini
Di ruangan fakum yang bersekat
Ini bukan guyonan
Ini teriakan minta tolong

Ustad felix harus tahu curhatku
Cuman dia yang bisa bilang :
 "udaaah putusin aja!

Atau harus ke Mario teguh gitu?
Nanti malah di nasehatin kayak gini :
"Jangan membenci pekerjaan yang menjadi sumber dari rezekimu.
Perbaikilah sikapmu, atau pindah kerja.

Kau tahu?
Aku seperti robot rupiah..
Robot rupiah yang juga butuh rupiah
Juga bodoh untuk mengerti gimana caranya menyudahi
Lalu pergi dari sini.


























#Rabu keluh kesah.



Read More

Friday, January 5, 2018

Liburan Maraton - 3 Hari di Lombok

Hello 2018, happy new years.. thankyu for everything about 2017's moments! :)

Seperti biasanya Lombok jadi kota yang selalu saya kunjungi saat menjelang pergantian tahun.
Selain untuk merayakan malam tahun baru ingin rasanya memberi penghargaan diri sendiri atas hasil kerja keras selama setahun penuh dengan cara meliburkan diri ke tempat yang di inginkan,
tentu saja jarak yang dekat dengan ongkos yang murah juga menjadi alasan utama saya ke kota tsb, hehehe.

30 Desember 2017,
Pagi itu pukul 9 pagi saya berangkat ke Lombok dengan hati riang karna sudah lama sekali tidak liburan sejauh ini, juga bahagia karna akan istirahat sejenak dari penatnya beban kerja.
Tak banyak yang saya bawa hanya ada tas kecil dan 1 tas berukuran besar yang sengaja saya isi sedikit dengan beberapa lembar baju dan celana agar nanti tasnya muat di tumpuki oleh-oleh.

1 Jam perjalanan, tibalah saya di Praya Lombok Tengah, untuk sampai di kota mataram saya harus menaiki bus damri sekitar 30 menit lamanya, sampai juga di kota Mataram saat itu yang saya tempati bukan hotel, tapi rumah kakak perempuan saya, jadi irit lah ya.
Hari itu tidak langsung jalan-jalan, kondisi badan drop sekali, lalu hujan deras mengiringi kepergian saya yang entah sudah ke alam mimpi yang mana.

Hello lombok.. I'm Here... :)


*Hari Pertama

Besoknya, pagi-pagi sekali saya langsung jalan-jalan dong.
Kunjungan pertama adalah Pantai Kerandangan, Pantai ini tak jauh hanya berjarak sekitar 3 km dari Pantai Senggigi, saat itu Senggigi sedang ramai kunjungan, jadi kurang minat untuk mampir walau cuma sebentar, ya sudahlah pantai lain masih banyak.





Tujuan utama ke Pantai Kerandangan ini sebenarnya hanya untuk makan satenya, makanan khas Lombok yang selalu saya rindukan saat menginjakan kaki di kota ini, perpaduan antara rasa pedas bumbunya dan gurihnya daging ayam di santap dengan lontong yang di bungkus dengan daun rotan, hmmm membayangkannya saja jadi pingin lagi, namanya sate bulayak, bukan biawak ya.










Pukul 11 pagi lombok lalu kembali di guyur hujan deras,
tiba-tiba saya ingin ke air terjun Sendang Gila yang berada di ujung utaranya Pulau Lombok, lebih jauh dari Pantai Tebing yang pernah saya kunjungi.
Namun hari sudah menunjukan pukul 1 siang, sedangkan perjalanan menuju air terjun tsb memakan waktu selama hampir 2 jam lebih, itu artinya saya akan tiba disana pukul 3 dan pulang tepat pukul 5 sore, tak apalah paksa saja.
Saya pun berangkat menggunakan sepeda motor saat itu juga.

Perjalanan menuju air terjun tsb ternyata lebih jauh dari yang saya perkirakan, saya harus melewati desa Gangga, lalu terus menuju utara selama 1 jam namun masih belum ketemu juga, untuk menuju kesana saya hanya mengandalkan google map dan mulut untuk bertanya kiri kanan ke Bapak atau Ibu yang lewat di jalan, karna memang belum pernah kesana.




kEJAUHAN NYERAH ...


Sudah hampir 2 jam lebih, dan akan sampai sedikit lagi tapi saya urungkan karna Tuan google nya bilang untuk menuju air terjunnya harus berjalan sekitar 20 menit lagi,
sedangkan hari itu sudah pukul 4 sore, takut pulangnya kemalaman.
Dengan sangat terpaksa saya putar balik lalu pulang dengan badan pegal-pegal. hiks....
Akhirnya malam tahun baruan di rumah saja!

* Hari Kedua, Hunting Gramedia

Ga asik rasanya ke Lombok kalau ga kunjungi yang satu ini, kebetulan ada buku yang saya incar juga dan penasaran banget sama kelanjutannya.
Buku yang saya cari adalah novel karyanya Pidi Baiq, novel Dia adalah dilanku tahun 1991, novel ini menceritakan kisah cinta dua anak SMA di tahun 90an dengan cerita cinta anak muda yang berbeda, kisah anak perempuan bernama Milea yang jatuh cinta dengan anak geng motor yang nakal tapi sangat menghargai wanita, namanya Dilan, ''Ah.. Dilan.."
Selain Milea, Saya pun rindu kau. Hehehe.
Udah ya.. baca sendiri saja bukunya, ada 3 novel yang harus di beli, koleksi semuanya biar ga penasaran :

-Dia adalah dilanku tahun 1990 (Bag.1)
-Dia adalah Dilanku tahun 1991 (Bag.2)
-Milea (Suara dari Dilan)

Saya sudah baca Dilan bagian I, jadi cuma beli Dilan II sama Milea, sekarang saya lagi baca yang Milea, Dilan bagian II sudah kelar. 







Lama ga ke Gramedia, sekarang toko ini ada jual gitar juga, pingin beli cuman saya bingung cara bawanya gimana ya? foto bareng aja deh.. :p
ada banyak cendera matanya juga cantik, a... rasanya pingin borong semua.













Pulang dari Gramedia, saya lanjut belanja oleh-oleh, keliling 3 Mall waktu itu, lelah tapi di usahakan kuat karna liburnya limit waktu.
Habis itu mampir foto depan pura di sekitaran cakranegara, ga tau kenapa seperti terhipnotis gitu pingin foto disini, selesai foto saya asal aja pamit bilang

"Numpang foto, hantu-hantu atau jin bali jangan ikutin saya habis ini ya.."

Ga tahu ini kebetulan atau karna sugesti dari parno itu sendiri atau gimana, pulang dari situ kepala rasanya berat sekali, pusing lalu saya pun muntah-muntah.
Mungkin ga tahan sama aroma dupa, karna hari itu pura habis di sembahyangi, dan
bodohnya lagi saya ga sengaja nginjak sesajennya. Hihi.. Tiang khilaf Bli...













* Hari Terakhir, Pantai Mawun.

Karna ini hari terakhir, saya harus usahakan mengunjungi pantai wisata di Lombok sejauh apapun jarak pantainya harus di datangi, saya penasaran pingin ke pantai selatannya Pulau Lombok, Pantai Mawun namanya.

Pantai ini letaknya tepat di Desa Tumpak kabupaten Lombok Tengah, bisa di tempuh menggunakan sepeda motor atau mobil selama 2 jam perjalanan dengan kecepatan 60Km/jam.
Pantai ini salah satu obyek wisata favorit dengan keindahan pegunungan dan pasirnya yang putih bersih, terlihat sekali keasriannya masih sangat terjaga. 

Sepanjang perjalanan menuju pantai ini, saya di suguhi pemandangan yang cukup membuat lelah di badan hilang begitu saja, pegunungan yang menjulang tinggi dengan pepohonan yang hijau alami, sangat memanjakan mata. Beban kerja di pikiran sudah tidak saya pikirkan lagi.











Tiba di pantai, saya lalu di tawari tempat duduk yang ada payungnya oleh Ibu-Ibu

"Mbak, payungnya ayo, duduk situ sambil minum kelapa.."

Nah, pas dengar kelapa, agak tertarik, sewa tempat duduk gratis kelapa muda, wiih kebetulan lagi sangat dahaga saat itu.

"Berapa Bu sewanya?" saya lagi sok nanyain harga, lalu kaget sama jawaban si Ibu.

"Lima puluh ribu..., sama kelapa"

Lama saya mikir, kok agak mahal ya. 

"Empat puluh ya Bu..?" Saya coba tawar beliau, terus jawabnya , ya sudah 40 tapi ga dapat kelapa, waah si Ibu pintar juga jiwa dagangnya mantep.. jadinya deal 50ribu plus kelapa muda, ya sudahlah segala sesuatu yang enak kadang harus di bayar mahal. wkwkwk
















Saat melihat pantai ini, pertama yang saya rasakan adalah bersyukur bisa di beri nikmat untuk bisa sampai ke tempat seindah ini, bukan berlebihan tapi demi ALLAH pantai ini indah sekali, saya ga pernah sebetah ini kalau ke pantai, benar-benar terhipnotis oleh suara ombak dan langit biru dengan terik yang tidak membakar kulit.
Angin sepoi sepoi melenakan mata dan hampir membuat saya tertidur,
Aaaah.. Nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan?














Oh iya, untuk karcis masuk ke pantai ini cukup membayar 10.000 rupiah saja, nominal yang sangat sedikit untuk melihat indahnya surga selatannya Lombok, amazing...!!
Sorenya saya pulang, karna besok harus balik ke Bima lagi.

















Alhamdulillah, semua lelah sudah terbayar oleh kepuasan batin melalui liburan yang menyenangkan.

Terima kasih Lombok.. :)











Read More