Traveling, Kuliner, Romance, Hobby, Tips, Beauty

Monday, 6 November 2017

Rintik hujan di Istana kesultanan Bima-NTB



Kemarin di hari minggu saya pergi berkunjung ke Istana kerajaan Bima yang sekarang berubah nama dan statusnya menjadi Museum Asi mbojo.
Bangunan ini dulunya merupakan sebuah istana namun seiring perkembangan zaman pada tahun 1989 statusnya berubah menjadi sebuah museum.
Bangunannya bergaya eropa mempunyai luas tanah dan bangunan : 30,728 m2 (167 x 184) / 824 m2 (6 x 18) Mulai di bangun pada tahun 1927 di rancang oleh arsitek Ambon Rehatta
dan berubah menjadi Istana Kesultanan Bima pada tahun 1929.

Hari itu pukul 10:00 pagi wita,
Saya berangkat menggunakan sepeda motor yang di depannya ada stiker bergambar juventus.
Walaupun masih pagi hari itu cukup terik cuaca di kota saya memang terkenal panas saat itu cukup membuat saya mencuri pandang ke arah lapak kuning bertuliskan Breaktime tepat di sebelah masjid Sultan Muhammad salahuddin Bima.
Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Kesultanan Bima, dibangun pertama kali pada tahun 1770 M oleh Sultan Abdul Kadim Zilullah Fil Alam, sultan Bima ke-8, Wajir Ismail, di masa ke-emasan Kesultanan Bima. 





Nama masjid ini dinisbatkan kepada Sultan Muhammad Salahudin, Sultan Bima terakhir berkuasa penuh sebagai Sultan di Kesultanan Bima sebelum wilayah Kesultanan disatukan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sultan Muhammad Salahuddin


Sultan Muhammad Salahuddin merupakan tokoh yang memegang peran utama dalam perkembangan sejarah Bima, Putra dari sultan Ibrahim (Sultan/Raja ke XIII) dan permaisurinya Siti Fatimah.
Lahir di bima pada tgl 14 juli 1889 dan memiliki 11 orang saudara.
Mulai usia kanak – kanak Sultan Salahuddin telah mendapat pendidikan agama dan ilmu pemerintahan dari ulama dan pejabat istana. Sepanjang perkembangan umurnya, Muhammad Salahuddin menekuni ilmu tauhid, dan sangat tekun mempelajari ilmu Al-Qur’an serta Hadits.

kiri-Sultan muhammad salahuddin bersama sang ayah



Pada masanya masjid ini merupakan pusat pendidikan dan penyebaran Islam di Kesultanan Bima dan sekitarnya dan menjadi saksi bisu pasang surut perkembangan dan kemajuan Islam di Bima. Selain itu, masjid ini juga diajadikan ikon wisata andalan di Bima.




Image By Bujang Masjid


Di sebelah barat masjid ada juga pemakaman sultan, makam dari seluruh keturunan kerajaan. 
Ada dua lapak tanah kubur, lapak pertama yang saya foto ini terbaring tenang 6 orang sultan beserta keluarga dan pembesar Gowa,dan lapak kedua untuk para turunan dari beberapa silsilah keluarga kerajaan, di lapak yang kedua ini kakek saya juga turut dikuburkan.
jadi rindu beliau.. (Al-fatihah)




Masjid ini terletak di sebelah selatan museum Asi Mbojo



Jadi jangan lupa mengunjungi masjid bersejarah ini jika suatu hari berkunjung ke kota Bima.

 Tiba di museum,saya beristirahat sejenak.
duduk diam di antara rumput yang bergoyang sambil sesekali menikmati minuman dingin yang baru saya beli tadi.
Untuk ukuran sepeda motor boleh parkir di halaman istana dan tidak akan di pungut biaya kecuali jika ingin melihat bangunan di dalam museum, cukup membayar uang administrasi sekitar Rp.5.000






Karena kemarin hari minggu tidak ada petugas yang bekerja alhasil saya hanya bisa memotret di sekitar halamannya saja, next saya akan sharing kembali ruangan museum di dalamnya seperti apa, ada banyak benda-benda sejarah dan kamar pengantin raja yang akan kamu temui di dalam bangunan istana tsb, juga ada lorong bawah tanah yang sampai setua ini saya masih takut untuk mencoba masuk ke ruangan penuh sejarah tsb.
suatu saat jika ingin berkunjung kesini usahakan bukan di hari libur.

Lebih mirip penampakan


Ada beberapa pajangan foto di sekitar tembok depan istana.

Hijab tradisional perempuan bima












Pakaian Adat perempuan bima



Pakaian Adat laki-laki



Suasana halaman belakang istana.


Halaman belakang istana


Di depan bangunan atau di sebelah baratnya istana ada sebuah lapangan.
Dulu pada masa kerajaan, masyarakat berkumpul di tanah lapang ini untuk berbagai acara seperti atraksi kesenian, adu ketangkasan, menerima perintah sultan dan pengumuman penting kerajaan.
sekarang lapangan ini dijadikan taman kota, lapangan olahraga, joging track, taman kota, tempat nongkrong, tempat ngopi, taman bermain, wifi gratis dll.

Halaman depan kerajaan

Sebelah selatan bangunan kerajaan




Halaman belakang Istana














Pukul 02:00 Siang tiba-tiba turun hujan, 
saya segera menuju halaman belakang istana disana ada tempat semacam berugak untuk berteduh.
alhamdulillah hujan juga setelah tadi pagi sempat gerah karna dehidrasi ringan.

Neduh...



Pukul 03:00 PM 
Hujan mulai reda, 
Sebelum pulang saya mampir makan bakso yang kebetulan suka mangkir di depan gerbang istana.
harganya Rp.12.500 sudah termasuk air mineral.












Gerbang depan istana




Istana tampak depan




Selesai menyantap bakso yang asli enak dan bikin mau nambah lagi,
Sorenya saya pulang.
Jalanan saat itu basah karena di guyur hujan di siang hari,
sangat asri, terasa sekali waktu itu angin menerpa lembut di wajah
senang rasanya menghirup udara segar di sore hari selepas hujan.

Tiba-tiba saya rindu rumah,
Ingin segera merebahkan badan yang lumayan lelah karena sibuk motret kiri kanan.☺






Reaksi:
27

27 comments:

  1. Paling suka deh, ke tempat-tempat peninggalan bersejarah begini. Jadi nambah pengetahuan :)

    ReplyDelete
  2. iya, jd kayak belajar sejarah ya.. :D

    ReplyDelete
  3. Berkunjung ketempat bersejarah gini
    selain bisa jadi refreshing juga menambah pengetahuan tentang sejarah
    emangnya mbak nia orang mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,sejarah kdg dilupakan..

      bima NTB nih mas tama,
      hayu jalan2 ke timurnya indonesia :)

      Delete
    2. saya dari dulu punya keinginan pergi ke lombok dan sampai sekarang belum kesampean.. ahahaha
      bima sama lombok deketan kan

      Delete
    3. bima-lombok lumayan jauh, beda pulau, bima di pulau sumbawanya.. jadi bisa seharian,lebih cepat naik motor cuma 9 jam, pake bis berangkat jam 7 malam nyampe lombok jam 8 pagi,
      rugi lho kalau seumur hidup ga pernah kunjungin lombok, pulaunya cantik2.. bisa lupa soal cewek , hahaha

      Delete
  4. sungguh sangat memiliki nilai histories yang sangat tinggi. kita sebagai generasi penerus sudah menjadi tugass kita untuk melestarikan cagar budaya tersebyt. teringat kata bung karno. bangsa yang besar ialah bangsa yang tak melupakan sejarah. sangat bagus .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya..
      tapi kebanyakan, bangunan2 sejarah sekarang di ganti dgn bangunan modern, sejarah makin terlupakan.

      Delete
  5. Waaaa, bakso, I love it. Fotonya baksonya nyempil. Bangunan masjidnya bergaya kolonial belanda ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bakso lovers ya mas adi ini?

      iya,,gaya arsitek melayu juga..

      Delete
  6. Jadi ngiler liat baksonya... hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kuah merah kebanyakan smbal :D

      Delete
  7. Sekarang udah berubah nama ya, Teh, abru tahu..
    Sekilas lihat tempatnya asik, adem lagi. Apalagi suasana sore ya, Teh.. santai di tempat seperti itu menyenangkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,udah jd museum..
      kapan2 sempatin berkunjung ya..

      Delete
    2. In shaa Allah, semoga kesampaian, niatin aja dulu..

      Delete
  8. Jadi ingin berkunjung langsung ke sana mbak. terima kasih infonya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mas yanuar,
      di tunggu ya kunjungannya..

      Delete
  9. Sungguh informatis sekali artikelnya Thanks

    ReplyDelete
  10. Tulisannya keren mbak. Saya suka sejarah

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sis laila,, :)

      iya mb, jgn lupakan sejarah

      Delete
  11. Negeri kita memang kaya budaya dan peradaban ya. (Y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya indonesia kaya budaya,,
      btw, salam kenal mba, eh mas apa mba ya? fotonya bareng? hehe

      Delete
  12. Wah, dulu punya teman kampus orang bima,, ternyata ada masjid yang bersejrah juga yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. o yah? main2 ke bima lah mas, sklian kunjungin tmn 1 kampusnya
      (0)

      Delete
  13. Bangunan istana terawat ya mba? Kayaknya luas banget ya halaman istana.

    ReplyDelete

Hei,, terima kasih atas kunjungannya
jangan lupa berkomentar biar bisa jalan-jalan juga ke blog kamu..
:)