Traveling, Kuliner, Romance, Hobby, Tips, Beauty

Thursday, 2 November 2017

Sudah Bayar Pajak ??



(TULISAN INI BUKAN UNTUK NIAT APAPUN, TULUS  HANYA KELUHAN.)


Disini saya ingin membahas tentang Direktorat Jendral Pajak yang entah bahagia atau tidak saat mengeluarkan aturan baru dengan sangat tiba-tiba, sekalipun Pengusaha Kena Pajak (PKP) sudah sekian detailnya melaporkan datanya secara real dengan sebenar-benarnya, Ada saja hal yang di buat rumit oleh aturan baru.

***

Oke, jadi gini. 
Saya seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Posisi saya saat ini sebagai Tax & Accounting Senior.
Iyap.. saya diberi kepercayaan untuk mengurusi segala yang berhubungan dengan pajak perusahaan berdua dengan rekan kerja saya, namanya Mba Lisha, Beliau ini baru di tinggal nikah, jadi kalau kerja suka tiba-tiba galau dan curhat bikin saya lupa sama kerjaan karena gampang sekali baperan.
tapi kerjaan tetap aman dong. heheh.
jadi tugas saya disini adalah :
☺Bertanggung jawab atas proses closing setiap bulan dan menyediakan laporan keuangan
☺Bertanggung jawab dengan proses akuntansi harian
☺Bertanggung jawab rekonsiliasi perpajakan tahunan bulanan
☺Mengarsipkan Perpajakan, Mengimplementasikan, serta memprediksi potensi pajak yang akan ditanggung perusahaan.
☺Mempersiapkan Laporan SPT PPN Bulanan secara perhitungan dan Rekonsialisasi pelaporan
☺Mempersiapkan Laporan PPH secara pembukuan dan rekonsiliasi pembukuan
 dsb yah....

Satu saja gambaran keluhan dari pekerjaan ini, saya tidak bangun dari meja kerja saya seharian kecuali kalau tiba saatnya jam makan siang atau  saat saya nyuri waktu buat sholat, atau sewaktu saya lagi kangen kamar mandi karena something. 
Sudah hampir 6 tahun saya sibuk bekerja mengurusi angka-angka ini, agak sukses membuat saya masuk kategori badan yang ga bisa gemuk-gemuk. :(
kasihan kebanyakan angka jadi kurang gizi.. Hiks.

Setiap kali ada aturan baru tsb, yang ada di pikiran saya cuma satu "MENGUNDURKAN DIRI"

Bagaimana tidak, saya ikut merasakan betapa rumitnya aturan pemerintah tsb, saya wajib kena omelan dulu sebelum akhirnya atasan pasrah kalau itu bukan salah saya, sebenarnya atasan tahu betul itu bukan salah saya, tapi berhubung ini Dirjen yang mengeluarkan aturan tensi darahnya tiba-tiba naik drastis lalu emosi, karyawan jadi kena imbasnya.
and thats so hard for me Tuhan.. seperti di paksa meminum obat reaksinya bikin kamu tersiksa cuman ga mati-mati. AKU BENCI OMELAN PEDAS!!
Jadi korban omelan atasan itu ga banget, rekan yang lain jadi berpikiran kalau kerjaan kita ga becus, dan kita di bilang makan gaji buta, padahal kan sudah aturan dari pajaknya begitu.
Saya selalu kerja dengan baik dan benar kok,
(Bo'ong dikit yah, padahal saya suka nyuri waktu buat ngeblog, tapi kerjaan masih aman kok pak!)

And then, akibat dari peraturan tsb mau tidak mau bos saya harus rela mengeluarkan beberapa gepok uang merah dan biru  untuk pembiayaan negara yang.. nominalnya cukup untuk membeli sebuah mobil baru.

Well..
Pemungutan pajak oleh pemerintah akhir-akhir ini semakin galak saja, 
hal ini sangat menuntut Wajib Pajak untuk melakukan kewajiban perpajakannya dengan baik.
Tuntutan untuk melakukan kewajiban perpajakan dengan benar tersebut mengharuskan Wajib Pajak baik badan usaha atau orang pribadi untuk lebih berhati-hati terhadap pengadministrasian pemenuhan kewajiban perpajakannya, dan ini jadi beban tersendiri buat saya.

Setelah di buat rumit dengan masalah Tax Amnesty,
baru-baru ini Dirjen pajak kembali mengeluarkan aturan baru yang bikin saya ngomel-ngomel ga jelas karena kurang paham maksudnya apa, saya berpikir keras lalu akhirnya mulai paham kalau ternyata orang pajak sedang kurang omset atau sedang kejar target.
Hellooww.. ini bigimini sih..?

Bunyi aturannya kira-kira seperti ini :

Untuk PKP yang tidak atau belum menerbitkan faktur pajak PPN 10% atas bonus PPh pasal 23 yang di terima di tahun 2016 dan 2017 agar segera melakukan revisi atau pembetulan kembali.

Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara dua pihak. Pihak yang menerima penghasilan atau penjual atau pemberi jasa akan dikenakan PPh pasal 23. Pihak pemberi penghasilan atau pembeli atau penerima jasa akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak.
Kebetulan kantor saya banyak pendapatan bonusnya yang sudah di claim terlebih dahulu.
Semakin banyak claim, semakin banyak juga data yang harus di revisi.

Tapi yang membuat saya tak habis pikir, bagaimana mungkin aturan ini juga berlaku untuk tahun 2016 sedangkan aturannya terbit di tahun 2017,
mengapa tidak dari tahun 2016 aturan ini di buat, atau bisa jadi saat dibuatnya aturan ini di tahun 2016, yang tahun 2015 juga kena imbasnya.
Aturan ini sering di berlakukan tidak adil buat pengusaha kena pajak (PKP)
karena tiap kali ada aturan baru selalu saja tahun sebelumnya juga ikut kena aturan.
ini yang membuat saya bingung dengan aturannya menurut saya kesannya agak gimana ya.

Tapi untungnya atasan saya juga menyewa seorang konsultan pajak untuk membantu jika sewaktu-waktu pajaknya bermasalah.

Kemarin-kemarin saya ngeyel tanyain soal ini ke mba sulis, asisten dari konsultan pajaknya atasan saya, dia hanya mengikuti arahan dari pajaknya langsung, hanya saja karna principal dari pemberi bonus ke kantor saya  ini cuma butuh yang 2017 untuk pembetulannya, saya  tanyalah ke mba sulis mengenai masalah ini.
Saya : Mba ini gimana masalah yang 2016 apa harus lakukan pembetulan juga sedangkan dari pihak principal hanya butuh yang 2017 saja.


begini balasannya (sensor name)



karena saya ngeyel lagi, ini jawaban yang bikin saya paham kalau negara lagi sangat membutuhkan dana.



Ada solusi lain gak?


Sumber utama dana untuk pembangunan penerimaan negara hampir 85% berasal dari Pajak
tidak heran jika pemerintah sewaktu waktu mengeluarkan kebijakan yang mendadak bikin Wajib pajak atau Pengusaha lainnya jantungan.

Ya, sebagai warga negara yang baik.
HARUS TAAT PAJAK DEMI KESEJAHTERAAN BERSAMA.
Jadi sudahkah anda membayar bajak?

walau berat dijalani, ikhlas ya bos.. :(


Memahami pajak adalah hal yang paling sulit dimengerti di dunia ini.
~Albert Einstein


Sekarang saya lagi nunggu kejutan selanjutnya,
surat cinta dari Dirjen pajak❤


***














Reaksi:
30

30 comments:

  1. Waduuh kalau saya kayaknya bakalan nyerah duluan nih mbak Nia kalau harus bahas angka2 begini :'(
    Tp mau ga mau kan ya. Negara butuh kita taat pajak utk sumber pembangunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal angka memang bikin pusing ,tapi jika soal duit. Mata langsung melek :D

      Delete
    2. iya mba nisa, kadang kalau benar2 lelah bawaannya pingin resign tau.. :(

      Delete
    3. Betul, Mas Djangkaru, soal angka memang pusing, tapi kalau soal duit, melek dah itu mata.. haha

      Delete
  2. Saya membacanya juga tidak mengerti ,karena memang saya bukan orang perpajakan atau yang bekerja tentang seluk-beluk perpajakan. Salut juga ya, kerja duduk lama dikursi, bertahun tahun. Pantat panasnya kayak apa ya? tidak terbayangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha,, masih medium lah bang bum, panasnya bisa buat nyetrikaan.. hahahay

      Delete
  3. alhamdulillah saya sudah bayar pajak untuk tahun ini semua lunas

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow,,bang kadir ini tipe2 rakyat yg sadar pajak ya,
      mantap bang!

      Delete
    2. Alhamdulillah surat pemberitahuanny juga sudah dikirim semua

      Delete
  4. Alhamdulillah tinggal beberapa lagi yang belum sempet ngurusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti pajak motor yah mas tam? hihi

      Delete
    2. wkwkwkwkwk...bener tuh
      tapi waktunya enggk belum ada untuk ngurus

      Delete
  5. Paling malas itu jika rekon pajak, equalisasi PPN dll, untuk gw fokusnya ke Financial report meski harus ngerti pajak, accounitng dan budget juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. wiiih anak akutansi, neraca laba rugi yah ngurusnya, aduh ribet bgt..

      Delete
  6. Mbakk.. kok ribet banget yaaa... aku aja mumet eee.. mikirin itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget mba mei, aku sampe ga gemuk gemuk,,stres wiih hahah

      Delete
  7. sepertinya melelahkan sekali urusan pajak, baca dari awal sampai akhir pajak ini memang gimana gitu, orang pembayar pajak menurut saya perlu dilayani dengan mudah dan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya begitulah mas agus, lelah iya berusaha ikhlas biar berkah gajinya,hehe

      Delete
  8. Ini tulisan mengignatkan bagi yang belum bayar pajak, semoga semuanya bisa taat akan pajak ya, Teh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya rabb,
      semoga dr pihak pajaknya jg bisa menyesuaikan kebijakannya supaya rakyat jg ikhlas bayar pajak.

      Delete
  9. wa nya ngeri eh
    dulu aku juga kebagian ngurusin pajak orang2 PNS yang males ke kantor pajak (lha yang kena pajak sapa coba -__-)
    emang sekarang strict banget mbak, NPWP ku aja meski usaha bimbel ampun deh data detailnya
    tapi untung pegawai pajeknya telaten buat bantu ngisi2 formnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, pNs2nya mas ikrom malas berurusan lgs kali tuh, haha..
      Ih banget lah, makin ribet aja pajak skrg, buanyak aturan balu.. 😌

      Delete
  10. Sejak tahun 1993, bila puisi atau tulisan saya dimuat di koran, honornya juga langsung dipotong untuk pajak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaah begitulah bang min,
      ada aja sedikit penghasilan,mesti wajib nyetor ke pajak seikhlas2nya.. hihi

      Delete
  11. Saya juga dulu pernah mengalami hal seperti yang mbak nia alami, walaupun hanya sekali dalam sebulan. Waktu itu saya diberi kepercayaan sama atasan untuk ngurusin pajak PPh setiap bulannya, yah seperti yang mbak nia rasakan, gak enak-lah berurusan dengan angka-angka, hehe..

    Tapi untunglah sekarang semua udah lewat, cukup bergulat dengan dunia fotografi dan aktif blogging aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah,lega dong udah makmur sentosa sekarang.
      ya,ya, seenggaknya sdh dpt pengalaman kerja jg ya, sukseslah kang buat kegiatannya skrg,wlwpun limit hr libur. hehehe

      Delete
  12. Aku belum
    Soalnya belum kerja hehehe

    #HidupMahasiswa

    Tapi pajak restoran bayar sih tiap makan di luar wkwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. wlwpun masx mahasiswa, masih ada
      pajak kendaraan
      lho ya, awas.. semua takkan luput dr kejaran pajak.hihih

      Delete
  13. Pajak? Dah kenyang gw sama pajak. Orang gw pegawai pajak di kantor gw. Ketemu orang pajak mah harus kaya orang bloon. Biar mereka gak banyak nanya.

    Btw mbak maaf, kenapa chat WA-nya di share? Kan disitu disebutkan nama-nama customer atau vendor perusahaan mbak. Itu harusnya rahasia mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. WIIIH serem,, ada pegawe pajak koment sini.. hehe

      ya.. gak begitu transparan juga kan, lagian udah kelar revisinya, emang ntar masalah ya, serem ah, ntar aku edit ulang aja.. thanksss mas riza :)

      Delete

Hei,, terima kasih atas kunjungannya
jangan lupa berkomentar biar bisa jalan-jalan juga ke blog kamu..
:)